Perjalanan pertama saya ke gunung ini (21-22 April 2012) adalah
dengan komunitas yang baru saja saya kenal, komunitas yang sangat open menerima
saya yang terbilang minim pengalaman dalam hal “jalan-jalan”. Yaa namanya juga
freshpacker. Backpacker Community Reg.
Bandung, whoa keren banget namanya, haha dibalik kekerenan nama komunitasnya, ternyata orang-orangnya baik dan suka berbagi
pengalaman, maka jadilah perjalanan pertama saya ke papandayan ini tempat saya
menyerap pengalaman mereka.
![]() |
| Perjalanan pertama dengan Bacpacker Community Reg. Bandung |
Perjalanan kedua saya ke gunung ini (9-10 juli 2012)
berbanding terbalik dengan perjalanan pertama saya. Yang asalnya “ngikut yang
depan aja” alias ga tau apa-apa sekarang jadi penunjuk jalan. Berlima bersama temen-temen komplek, saya
mengitari trek yang sama sekali lagi, dan tidak bosan. Masih sama ! tetap
menawan seperti biasa.
![]() |
| Perjalanan kedua dengan temen komplek |
Okey, perjalanan di Gunung Papandayan dengan trek yang saya
jalanin ini ada lima check point yang (menurut saya) mantap untuk di nikmati..
Yang pertama adalah Kawah Papandayan. Kawah yang besar
dengan kawah-kawah kecil di dalamnya, dan kita bisa melewati kawah itu, ya
menginjakan kaki di bibir kawah dan melihat letupan-letupan ciamik dari
lubang-lubang kawah kecil yang ada di kiri-kanan kita. Warna putih dimana-mana,
tanahnya putih, asap yang mengembul keataspun putih dan bau belerang tentunya.
![]() |
| Kawah Papandayan (diambil dari internet) |
Setelah melewati kawah, kita bakal ketemu dengan yang
namanya Lawang Angin. Lawang Angin dari namanya berarti pintu angin. Keren kan?
Morfologi alam di tempat ini ga kalah menariknya dengan si kawah. Terlihat lembah
yang luas dengan dijepit dua gunung di kiri kanannya. Bentuk U yang didapat
dari lembah yang dijepit itulah (mungkin) yang menobatkan dirinya mendapatkan
gelar “Lawang angin”. Ditambah lagi ada longsoran yang besar akibat letusan
2002 berhadapan dengan lawang angin, wuih keren dah..
![]() |
| Pesona Longsoran di Lawang Angin dari jalan mau ke Pondok Saladah |
Dari Lawang Angin, kita bakal menuruni lembah, menaiki
lembah, ngikutin jalan, masuk ke hutan, dan jeng jeng jeng ! nyampe deh di
pondok saladah. Tempat ini biasanya dipake buat ngecamp, soalnya tanahnya luas
dan rata. Untuk pemandangannya, di lokasi ini sudah terlihat batang-batang
edelwiess cantik serta terlihat hutan mati dari kejauhan.
![]() |
| Pemandangan pagi di Pondok saladah |
Lanjut lewat rawa (yang asal airnya ga tau alami ga tau dari
bocoran pipa) dan hutan, ketemu sama hutan mati, serem banget namanya,haha. Hutan
ini dipenuhi dengan batang-batang pohon tanpa daun dengan tanah yang putih,
kalo mau disamain sih kaya pemandangan kawah putih, cuma lebih banyak pohonnya
bray ! tempat orang foto-foto tentunya..
![]() |
| Hutan Mati |
Nah yang terkahir, primadonanya Papandayan (mungkin), TEGAL ALUN. Hamparan besar padang edelweiss yang
cantik, katanya cuma ada hitungan jari loh padang edelweiss yang masih ada di
Indonesia. Dari sana juga keliatan puncak papandayan dan katanya (lagi) ada
semacam telaga rahasia deket sana, Cuma sayangnya saya belum pernah ke telaga itu.
![]() |
| Tegal Alun |
![]() |
| Edelweiss di Tegal Alun |
Mantep ga? Masih banyak check point lainnya ternyata, kaya Tegal Panjang, danau entah apa namanya yang ada di deket kawah, Puncak Papandayan,
telaga yang ada di Tegal Alun, tebing tempat liat sunrise, dan mungkin masih
banyak yang lain, kalo ada kesempatan kesana lagi bakal saya jabanin
tuh semua check point yang belum saya contreng,haha..
Jadi gimana papandayan? Tertarik kesana?








Tidak ada komentar:
Posting Komentar